You are currently viewing STEBI Lampung Lakukan International Benchmarking ke UTeM dan UKM Malaysia dalam Skema Lawatan ASEANACA 2026

STEBI Lampung Lakukan International Benchmarking ke UTeM dan UKM Malaysia dalam Skema Lawatan ASEANACA 2026

Melaka, Malaysia — Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam Lampung melaksanakan kegiatan International Benchmarking ke dua perguruan tinggi terkemuka di Malaysia, yakni Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), dalam rangkaian program Lawatan ASEANACA International Visit and Academic Tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para pimpinan institusi, penjaminan mutu, dan pimpinan program studi, dosen, tenaga kependidikan, dan perwakilan mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada 30 Januari 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik dan penguatan tata kelola kelembagaan, khususnya pada program studi di lingkungan Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam Lampung.

Kegiatan international benchmarking ini bertujuan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam pembelajaran, serta implementasi best practices dalam penguatan kewirausahaan dan tata kelola kelembagaan yang relevan untuk diadaptasi di Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam Lampung. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi continuous improvement dan penguatan dokumen pendukung akreditasi program studi.

Benchmarking di Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) difokuskan pada pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan bisnis dan pembelajaran. Dalam kunjungan ini, delegasi Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam Lampung memperoleh paparan mengenai integrasi teknologi drone, 3D printing, serta pendekatan ecotechnopreneurship dalam pembelajaran kewirausahaan. Inovasi-inovasi tersebut tidak hanya diarahkan pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada penguatan inovasi bisnis yang berorientasi keberlanjutan dan efisiensi.

Pemanfaatan teknologi terapan di UTeM dinilai sangat relevan untuk dikontekstualisasikan dalam pengembangan kurikulum program studi di Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam Lampung, khususnya dalam memperkuat profil lulusan sebagai Islamic Social Entrepreneurship yang inovatif, berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, serta responsif terhadap tantangan ekonomi global dan transformasi digital.

Sementara itu, benchmarking di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dilaksanakan di Pusat Kajian Pembangunan, Sosial da Persekitaran (SEADS), Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan (FSSK) dengan fokus pada pengembangan kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) berbasis riset. Di fakultas ini, terdapat pusat-pusat riset yang secara khusus mengkaji isu-isu strategis sesuai dengan kepakaran dosen masing-masing, sehingga terbentuk kelompok riset yang terstruktur dan memiliki fokus kajian yang jelas.

Prof. Madya Dr. Rosniza Aznie Che Rose selaku Direktur Pusat Kajian Pembangunan, Sosial da Persekitaran (SEADS) menjelaskan, pengembangan kewirausahaan sosial dalam hal ini tidak hanya berhenti pada kajian akademik, tetapi juga diwujudkan melalui advokasi kebijakan dan pembentukan ekosistem sosial yang berkelanjutan. Ia menambahkan, salah satu praktik unggulan SEADS adalah keterlibatan para akademisi dalam mengawal kebijakan melalui Yayasan Inovasi Malaysia, yang mendorong keterlibatan perusahaan besar dalam program pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan dan penciptaan ekosistem kewirausahaan sosial yang inklusif.

Terpisah, Dr. Reza Ronaldo, S.Sos., M.M selaku Ketua Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam Lampung menegaskan: “Praktik penguatan riset, advokasi kebijakan, dan pembangunan ekosistem kewirausahaan sosial di UKM ini sangat relevan untuk dijadikan rujukan oleh Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam Lampung. Ini sangat sejalan dengan tujuan pengembangan profil lulusan di program studi kami yang salah satunya adalah mencetak Islamic Social Entrepreneurship. Yang perlu kita sadari adalah, Islamic Social Entrepreneurship ini tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada kemaslahatan sosial, keberlanjutan, dan transformasi masyarakat”.

“Melalui kegiatan International Benchmarking ke UTeM dan UKM ini, kami Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam Lampung berharap dapat mengadopsi dan mengadaptasi praktik-praktik unggulan yang diperoleh secara kontekstual dan terukur. Kami berharap, hasil benchmarking ini mampu memperkuat mutu kurikulum, riset, dan tata kelola kelembagaan, sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam Lampung di kawasan ASEAN”, tutup Dr. Reza.

Tinggalkan Balasan