You are currently viewing Perkuat Wawasan Ekonomi Syariah, Mahasiswa STEBI Lampung Ikuti Simposium Internasional MF-ASK 2026 di Malaysia.

Perkuat Wawasan Ekonomi Syariah, Mahasiswa STEBI Lampung Ikuti Simposium Internasional MF-ASK 2026 di Malaysia.

KUANTAN, MALAYSIA – Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Lampung mengirimkan 10 mahasiswa dari jenjang sarjana (Penerima beasiswa KIP), magister, dan doktoral serta 2 dosen untuk mengikuti Muslim-Friendly Assurance Symposium & Knowledge (MF-ASK) 2026 yang mengusung tema “From Standards to Trust, From Assurance to Experience”. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 4 November 2026 di Zenith Hotel, Kuantan, Pahang, Malaysia.

MF-ASK 2026 menjadi forum internasional yang mempertemukan akademisi, praktisi industri, dan pemangku kebijakan untuk membahas perkembangan konsep pariwisata dan perhotelan ramah Muslim (Muslim-Friendly Tourism and Hospitality/MFTH). Simposium ini diikuti lebih dari 300 partisipan, menghadirkan tujuh pembicara utama (keynote speakers) dan 36 pembicara internasional, serta melibatkan peserta dari lima negara. Sebanyak 20 makalah penelitian juga dipresentasikan dalam forum tersebut.

Salah satu pembicara utama dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., Akt., C.A., Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung sekaligus Pembina Yayasan STEBI Lampung. Kehadiran akademisi dari Indonesia ini turut memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan kajian pariwisata ramah Muslim di tingkat internasional.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Islamic Tourism Centre (ITC), sebuah lembaga yang beroperasi di bawah naungan Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia (Ministry of Tourism, Arts and Culture/MOTAC). Penyelenggaraan MF-ASK 2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat pengembangan pariwisata Islam dan konsep MFTH, sekaligus meningkatkan pemahaman serta kapasitas para pelaku industri pariwisata dalam memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim.

Pariwisata ramah Muslim merupakan salah satu segmen pariwisata yang terus berkembang. Konsep ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim, tetapi juga mencakup pengalaman perjalanan yang nyaman, inklusif, dan memberikan nilai tambah bagi wisatawan. Di sisi lain, penerapan konsep MFTH juga menjadi strategi bagi para pemangku kepentingan pariwisata untuk menjangkau pasar wisatawan Muslim yang semakin luas.

Menanggapi perkembangan tersebut, ITC terus memperkuat berbagai inisiatif melalui program pelatihan, pengembangan pengetahuan, dan forum pertukaran pengalaman. Upaya ini diharapkan dapat membekali industri pariwisata dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi wisatawan Muslim.

Salah satu mahasiswa STEBI Lampung yang mengikuti kegiatan tersebut, Yenni Rahayu dari Program Studi Ekonomi Syariah, menyampaikan kesan positif atas pengalaman yang diperolehnya selama mengikuti simposium.

“MF-ASK 2026 di Kuantan, Pahang, sungguh luar biasa! Bukan sekadar simposium biasa, melainkan wadah bagi akademisi, pelaku industri, dan pemerintah untuk duduk bersama dan berdiskusi mengenai konsep pariwisata dan perhotelan ramah Muslim (Muslim-Friendly Tourism and Hospitality/MFTH). Saya mendapatkan banyak pengetahuan dan teman baru dari kegiatan ini,” ungkap Yenni.

Keikutsertaan mahasiswa dan dosen STEBI Lampung dalam forum internasional ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan akademik, membangun jejaring lintas negara, serta memperoleh perspektif baru mengenai perkembangan industri pariwisata halal dan ramah Muslim. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran sekaligus mendorong kontribusi mahasiswa dalam pengembangan ekonomi dan pariwisata syariah di Indonesia.

Foto Mahasiswi S1 STEBI beserta mahasiswa asing di acara MF-ASK 2026

Foto Mahasiswa pascasarjana dan dosen STEBI Lampung dengan para pembicara di MF-ASK 2026

Foto Profesor Tulus Suryanto bersama YBhg. Dato’ Sri Hajah Shahaniza Shamsudin
(Chairman of the Board of Directors, KYP Education Sdn Bhd.)

Leave a Reply